|
-=NEWSFLASH=- |
|
|
|
|
-=VISITOR=- |
| Today | 13 | | Yesterday | 74 | | Week | 13 | | Month | 1227 |
| | |
|
-=ARSIP=- |
-
September, 2007
-
July, 2007
-
June, 2007
-
May, 2007
-
April, 2007
-
March, 2007
-
February, 2007
-
January, 2007
-
December, 2006
-
November, 2006
|
|
|
|
| |
|
LAPORAN KEUANGAN MAULUD NABI 2008 |
|
Read more...
|
|
|
AL-MUSHTHFA: MANUSIA PILIHAN YANG DISUCIKAN
Dunia pernah digemparkan dengan Satanic Verses dari Salman Rushdie. Segala sumpah serapah kita alamatkan kepadanya. Kita tetapkan hukuman mati kepadanya. Kita tersinggung karena kehormatan dan kemuliaan Nabi dilecehkan. Yang lolos dari perhatian kita ialah kenyataan bahwa kisah Ayat-ayat Setan terdapat dalam kitab-kitab hadis dan tarikh. Dalam bahasa pesantren, kitab-kitab kuning yang sakral itu ternyata memuatnya.
Ketika Karen Armstrong menulis Muhammad: Prophet of Our Time, ia mengisi salah satu babnya dengan Ayat-ayat Setan. Karena ia pernah belajar sastra Inggris, Armstrong menggunakan teknik-teknik cerita yang dramatis. Seorang Muslim Indonesia yang tinggal di Amerika terkagum-kagum dengan tulisan Armstrong. Ia dipuji sebagai orang Barat yang memberikan pengertian yang benar tentang Nabi Muhammad dan agama Islam. Ketika ia membaca terjemahannya dalam bahasa , ia membaca kata pengantar saya di situ. “Saya baru tahu bahwa selama ini saya tidak kritis membaca tarikh Nabi,” katanya dalam blognya di internet. Dalam pengantar buku itu saya menulis:
“Para penguasa politik menciptakan naratif Nabi yang sesuai dengan kepentingan politiknya. Para pendusta yang tampak saleh mencemari naratif Nabi dengan imajinasinya. Dongeng-dongeng mereka masuk ke dalam perbendaharaan hadis. Hadis adalah berita tentang perkataan, perbuatan, ketetapan, dan sifat-sifat –fisik dan mental- yang dinisbahkan kepada Nabi saw. Hadis adalah bahan utama tarikh Nabi. Bila sebagian sumber hadis adalah rekaan para penguasa dan para pendusta, apa yang terjadi pada tarikh Nabi? Kita menemukan naratif Nabi yang tidak menggambarkan kesucian, kemuliaan, dan keagungan Nabi. Bayangkan biografi Anda ditulis oleh musuh-musuh Anda atau para pendusta yang membonceng pada kemuliaan Anda? Kisah-kisah Nabi seperti itu bertebaran pada kitab-kitab hadis dan tarikh. Kaum muslim menerimanya tanpa kritis. Kaum munafik membacanya dengan senang. Peneliti non-Muslim berusaha memahaminya dengan latar belakang kebudayaannya.”
|
|
Read more...
|
|
|
FADHILAH AL-FATIHAH KH. Jalaluddin Rakhmat
”Manusia yang paling baik di antara kamu ialah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya,” sabda Rasulullah saw. Hadis ini adalah sebagian di antara hadis-hadis yang berkenaan dengan keutamaan mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya. Hadis-hadis seperti itu dise-but hadis “fadhail” —berasal dari kata “fadhilah” yang berarti keutamaan, kebajikan, atau manfaat utama (excellences, virtue, merit). Para ulama sepakat bahwa hadis fadhail —sekali pun dhaif— boleh disebarkan untuk mendorong orang beramal saleh. Berikut ini kita sampaikan hadis-hadis berkenaan dengan keutamaan Al-Fatihah, dengan sedapat mungkin merujuk pada hadis-hadis yang shahih atau paling sedikit hasan. Ketika kita menyebutkan hadis-hadis tentang nama-nama Al-Fatihah, sebagian dari keutamaan Al-Fatihah ini sudah kita kemukakan. Di sini kita hanya mencantumkan hadis-hadis yang belum kita sebutkan.
Lebih baik dari segala kesenangan duniawi. “Pada suatu hari Rasulullah saw sedang duduk bersama para sahabatnya. Mereka saling mengingatkan tentang nikmat Allah, kefanaan dunia, kekekalan akhirat, pahala orang yang beriman, dan azab bagi orang kafir. Tiba-tiba mereka mendengar sekelompok orang tertawa dengan riang sambil memukul-mukul genderang. Melihat ini, Rasulullah saw bertanya: Apa yang mengakibat-kan penduduk Makkah bergembira seperti ini? Salah seorang sahabatnya menjawab: Ya Rasulullah inilah kafilah yang masuk ke Makkah dan mereka bergembira menyambut-nya. Rasulullah saw bersabda: Marilah kita berdiri keluar melihat mereka dan mengambil pelajaran dari mereka.
|
|
Read more...
|
|
|
ISLAM PEMBELA ORANG-ORANG LEMAH (Tafsir Surah Al-Kautsar)
Ini surat Makkiyah, terdiri dari tiga ayat, diturunkan setelah surat Al-‘Adiyat. Hubungan surat ini dengan surat sebelumnya (surat Al-Ma‘un), adalah bila Allah menjelaskan dalam surat terdahulu tentang orang yang mendustakan agama dengan empat macam sifat, yaitu al-bukhl (bakhil), tidak mau melakukan salat, riya, dan tidak mau memberikan pertolongan, maka dalam surat Al-Kautsar Allah menyebutkan sifat-sifat yang dikaruniakan kepada Rasulullah Saw. berupa kebaikan dan keberkahan. Disebut-kan bahwa beliau diberi Al-Kautsar, yang berarti kebaikan yang banyak, dorongan untuk melakukan salat dan membiasakan-nya, ikhlas dalam melakukannya dan bersedekah kepada kaum fuqara.
Asbâb al-nuzûl surat ini ialah sebagai berikut: Orang-orang musyrik Mekkah dan orang-orang munafik Madinah mencela dan mengejek Nabi Saw. dengan beberapa hal. Pertama, orang-orang yang mengikuti beliau adalah orang-orang dhu‘afa, sementara orang-orang yang tidak mengikutinya adalah para pembesar dan pejabat. Andaikan agama yang dibawakan itu benar, tentu pembela-pembelanya itu ada dari kelompok orang pandai yang memiliki kedudukan di antara rekan-rekannya. Pernyataan mereka seperti itu bukanlah hal yang baru. Dulu, kaum Nabi Nuh a.s. juga berkata demikian kepada nabi mereka. Dikisahkan dalam Al-Quran sebagai berikut: “Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: Kami tidak melihat kamu melainkan (sebagai) manusia biasa seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta.” (QS. Hud, 11:27). |
|
Read more...
|
|
|
TOR ANDRE: SEJAWAT DALAM KALIFAH TUHAN KH. Jalaluddin Rakhmat
Kemenangan orang-orang Arab menunjukkan sikap yang sangat ramah terhadap umat Kristiani di negeri-negeri yang mereka taklukkan. Hampir tidak ada keluhan dari pihak gereja Kristen. Pada 650 Masehi, Imam Gereja Nestorius sanggup menulis, “Orang-orang Arab ini bukan saja berusaha menghindari peperangan dengan orang Kristen, tetapi juga membela agama kita. Mereka menghormati para pendeta kita dan orang-orang suci kita. Mereka memberikan sumbangan bagi biara dan gereja.”
Informasi yang mengejutkan ini; yakni, para pendeta dan rahib disukai secara istimewa oleh para penakluk memang bukanlah isapan jempol. Di Mesir, para pendeta Kristen dibebas-kan dari pajak, termasuk pajak jizyah yang dikenakan kepada para pengikut Yahudi dan Nasrani supaya dapat menikmati kebebasan agamanya. Kebijakan yang penuh persahabat-an terhadap umat Kristiani ini seluruhnya sesuai dengan ajaran Nabi yang diungkapkan dalam Al-Quran: Akan kamu temukan orang-orang yang paling memusuhi orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan akan kamu temukan orang yang paling dekat kecintaannya kepada orang beriman adalah orang yang berkata,’Kami ini Nashara’ Demikian itu, karena di antara mereka ada para pendeta dan rahib dan mereka tidak menyombongkan dirinya. Apabila mereka mendengar apa yang diturunkan Rasul kamu lihat mata mereka berlinang airmata karena mereka mengakui kebenaran. Mereka berkata, ‘Tuhan kami, kami beriman maka tuliskanlah kami bersama para saksi kebenaran (Al-Maidah 82-83)” |
|
Read more...
|
|
|
MEMBALAS KEBENCIAN DENGAN KASIH SAYANG KH. Jalaluddin Rakhmat
Salah seorang di antara tokoh besar dalam dunia kesucian adalah orang Mesir yang bernama Dzunnun. Karena ia berasal dari Mesir, maka ia dikenal dengan sebutan Dzunnun Al-Mishri, Dzunnun Si Orang Mesir.
Ketika ia masih hidup, orang-orang tidak mengenalnya sebagai orang yang dekat dengan Allah. Ia malah lebih banyak dicela dan dicemooh orang karena dianggap kafir, ahli bid’ah, dan orang murtad. Ia tidak pernah membalas semua tuduhan itu dengan kemarah-an atau serangan balik. Ia bahkan menunjuk-kan dirinya seakan-akan ia mengakui seluruh celaan itu. Selama ia hidup, orang-orang tidak mengetahui bahwa Dzunnun adalah salah seorang di antara waliyullah, kekasih Allah. Orang mengetahui kedekatannya dengan Tuhan setelah Dzunnun meninggal dunia.
|
|
Read more...
|
|
REKAYASA RIYA Kh. Jallaludin Rakhmat
Kita seringkali terpesona oleh penampakkan-penampakkan lahiriah yang ditangkap oleh mata kita. Begitu pula jika kita ingin mempengaruhi orang lain, kita selalu merekayasa penampilan atau penampakkan lahiriah kita. Yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah upaya manusia untuk mengatur penampakkan lahiriahnya supaya dinilai orang lain bahwa ia adalah orang alim atau orang saleh yang dekat kepada Allah swt.Meskipun hal itu masalah hati nurani, kita dapat dengan mudah mengidentifikasi orang yang Riya. Ciri orang Riya adalah ia punya dua wajah; wajah publik dan wajah privat. Wajah publik adalah penampilan yang ia tampakkan di hadapan umum sedangkan wajah privat adalah penampilan yang ia tampakkan di lingkungan yang terbatas. Bila ia salat di depan orang banyak (di hadapan publik), salatnya amat rajin sementara ketika ia salat sendirian (di lingkungan privat), salatnya menjadi malas. Contoh lain adalah seseorang yang selalu melakukan salat sunat di masjid tetapi selalu meninggalkannya ketika ia di rumah. Orang tersebut akan menambah amalnya bila di hadapan orang banyak dan mengurangi amalnya bila ia sendirian. Ketika di hadapan orang banyak, ia akan sangat memperhatikan waktu salat sementara di rumahnya, ia jarang salat tepat waktu.
|
|
Read more...
|
|
| | << Start < Prev 1 2 Next > End >>
| | Results 1 - 30 of 57 | |
|